Postingan

Merayakan Kegagalan

Hai langit! Apa banget kamu teh mendung seharian, ujan juga haha. Ah hari ini hujan besar, kamu tau seumur hidup belum pernah saya kebanjiran, dan hari ini adalah sejarah dimana kamar kosan saya kemasukan air! Haha pecah telor juga gan, dalam 21 tahun 4 bulan lebih sekian minggu, akhirnya mengalami juga namanya banjir. Sedih? iya. Kesel? iya. Tapi ini sejarah baru haha, saya merayakannya dengan musik smooth jazz sembari mengetik ini. Kenapa jazz? karena sebenernya kesel gak bisa dipungkiri wkwkwk supaya enjoyyy gitu lah suasananya, ini juga pake speaker dengernya, biasanya earphone terus hehe... Harus banget pokoknya dirayakan. Sebenernya kejadian ini jadi titik kulminasi betapa messed up  keren nya saya di tahun 2015. Masih ada 4 hari menuju pergantian tahun, semoga hal baik saja ya dipenutup tahun masehi ini, Ya Rabb. Oiya besok UAS di semester ke sekian yg sepatutnya disudahi ini. Entahlah, Langit.. akan gimana jadinya nanti. Entah. Saya lagi gak pingin mengeluh, karena ...

My dream experience

June 28th, 08:59 am I woke up after something weird happen on my dream. I was dream about my wedding. My woman was dressed with black colour. My woman is someone I know, but I can't get the name or other detail. I used combined of grey, black and asked to someone to call my mom and bring me brown clothes. There's no my parents there. No family. The guest are my friends but i didn't get more detail. Everybody have an attention to me in one time, but I can't see who they are, just a groups of people. Everyone is used black clothes, except me.

Memenangkan Hati

Hai langit! Lama tak bersua. Kemarin aku sempat menelisik luasmu, kulihat ada Canopus dan Sirius di dekat timur dan tenggara yang terangnya sungguh mempesona. Oiya aku juga sempat perhatikan Aldebaran! si bintang merah itu, beserta ribuan bintang lain yang terlihat dari sini, di sudut kota penuh polusi cahaya. Langit kali ini aku ingin bercerita tentang hari-hari yang makin kompleks. Seiring berjalan waktu, tibalah aku diujung usia remaja yang sebenarnya sudah habis, tergantikan masa yang disebut orang sebagai 'dewasa'. Banyak yang sudah kulewati. Banyak yang kusesali. Banyak yang kusyukuri.

Nahkoda Kapal

Ingin kubunuh keraguanku. Menerjang badai meski hancur kapalku. Bukankah kita harus percaya, harus mengimani? Lantas kita harus melawan saat diganggu rasa untuk meragu. Aku, 20 tahun sekarang. Kapal kecilku melaju menerjang hilir sungai menuju lautan lepas. Aku nahkoda sekarang, meski penumpangnya masih dalam perjalanan untuk disinggahi. Tujuan kapalku berlayar ke seluruh samudra yang ada. Pokoknya sampai tertinggal keniscayaan, bahwa sesuatu pasti ada batasnya. Perjalananku makin terasa hampa, nampak memandu kapal ini seorang diri amat menyedihkan. Bahwa laki laki sekuat dan setegar apapun ingin dicintai oleh perempuam berhati malaikat. Hei, bolehkah aku lanjut besok? Hari ini perang, tapi aku tak tau perang sama siapa. Perang sama diri sendiri kulakoni akhir-akhir ini. Doakan.

Lelah Hati

Hai langit.. Gimana kabarmu hari ini, dimana teduhmu ditengah terik matahari? Ah rindu rasanya mengisi waktu dengan bahagia. Langit, aku lagi lelah. Bolehkah aku bersandar sebentar pada bahu seseorang? Hari-hariku padat, namun hatiku sunyi. Langit, emang dimana sih bisa ketemu pelangi? Di layar putih hitam tak kutemukan. Susah ya jadi orang beda. Capek. Tapi aku gak mau goblok dengan jadi orang lain. Dengan sembunyi atas nama gengsi. Langit, aku gak kesepian sebenernya, banyak orang disekelilingku. Tapi nggak ada yg ngerti, hehe. Kenapa ya tiap jalan ada rutenya. Padahal kita tau, sejatinya kita tak kemana-mana. Disini-sini aja, di bumi. Apa tujuan orang itu sama semua? Kalo semua mau surga, kenapa sih ada opsi neraka? Langit, kamu tau nggak kenapa dalamnya tanah dapat diukur, sedangkan semesta tidak? Itu supaya kita lebih ingat bersyukur, ingat bahwa bebas kita dibatasi. Kenapa sih orang suka berpergian tapi benci ditinggalkan? Dan kenapa kita lebih diharg...

Priyo: balada tepuk tangan

Hai langit! Kali ini gue mau ngebahas soal Apresiasi. Lah itu kok judulnya priyo. Set dah protes aja, bayar kaga mau protes. Duileh.. Kata lainnya apresiasi sih penghargaan. Itu sih definisi gue, gak tau kalo kamu gimana? Apa mesti aku kenalan sama ortumu dulu buat nunggu definisi dari kamu? Hadeh... Jadi.. Seberapa penting sih harga sebuah penghargaan? Ada midnite salenya gak biar cewek shopping bisa ikut andil juga? Well, tentang apresiasi ini mungkin jadi penting gak penting ya buat kamu-kamu kawula gaul. Mari kita flashback sejenak. Waktu kamu dan kita masih lucu juga imut, sebelum kena wabah gengsi serta prestige. "Alkisah priyo kecil sedang bersama ibunya dihalaman depan rumah. Saat itu priyo yg baru berumur kurang dari jumlah jari tangannya, sedang belajar membaca. Priyo mulai berlatih dari a-i-u-e-o sampai 'ini budi'. Ibunya dengan sabar mendidik dan menghardiknya Hari demi hari, priyo belajar membaca, ia masih belum bisa melafalkan lebih dari 2 suku ...

Suara Hati Pemuda Indonesia untuk Pemimpin Bangsa

Untukmu,pemimpin Bangsa Indonesia. Suara hati dari seorang anak muda,demi Indonesia Emas 2045. Wahai pemimpin bangsa. Saya adalah satu dari 61 juta jiwa penduduk yang berusia antara 15 sampai 30 tahun di Indonesia. Saya dan anak muda lainnya dilahirkan untuk menjadi generasi yang sempat merasakan saat-saat terakhir rezim orde baru memimpin Indonesia. Bisa Anda bayangkan, kami lahir ketika krisis makin menjadi dan tumbuh dewasa bersama masa yang kita sebut reformasi.  Ketika saya menulis surat ini untuk Anda, saya mendapatkan fakta bahwa teman-teman saya dan sebagian besar pemuda Indonesia tidak menggunakan hak pilihnya di pemilihan wakil rakyat, diawal bulan ini. Mereka menyebutnya golongan putih sebagai bentuk protes. Lalu perkenankan saya menulis suara hati ini untuk Anda sebagai bentuk kepedulian, wahai pemimpin Indonesia. Ada ratusan suku bangsa,ratusan bahasa dan berbagai warna kulit yang disatukan dibawah bendera yang sama,bendera merah-putih. Rasanya s...